Friday, December 9, 2016

Penting Isinya, Atau Pembungkusnya?

Penting Isinya, Atau Pembungkusnya?

Kata si Buyung “Aku baru saja mencoba membaca kumpulan sajak-sajak di suratkabar terkemuka. Berkali-kali aku membacanya ulang untuk menggali, menerka, menangkap kedalaman, keindahan, makna, merasakan bobotnya, tapi tak berhasil menemukan apa-apa, ibarat aku mencoba memahami rumus relativitas Einstein.

“Entah akulah pembaca surat kabar berbobot yang bodoh, tumpul, tidak bisa menikmati, menangkap keindahan, makna sajak-sajak itu atau, … Ah, jangan menyangka yang jelek dari fihak lain,” aku pikir.

“Apa sesuatu yang indah, berbobot mesti dibungkus dengan kata-kata samar-samar, seperti teka teki? 

Apa keindahan itu menjadi kurang, menjadi mubazir kalau diucapkan, ditulis tanpa gramatika yang benar, dalam bahasa sehari-hari atau cuma dimuat diatas secarik kertas saja, bukan di buku atau surat kabar terhormat?

“Penting isinya, atau pembungkusnya?”

“Dua-duanya” si Upik nyeletuk. “Maksud Upik, tampilan, bungkusannya juga penting, meski isinya kecil, kosong. Ha, ha.”

Nopember 2008

This is my book. You can read it.
 

Surat Surga

Surat Surga Kepada Presiden

Hasil jajak pendapat litbang Kompas yang berkadar ilmiah mengenai kinerga (performance) pemerintah selama satu tahun pertama adalah: jelek.

Itu didasarkan pertanyaan-pertanyaan begitu bodoh pada orang-orang yang umumnya tidak bisa, tidak berwenang menilai baik-buruknya kerja pemerintah, ibarat murid tidak bisa menilai baik-buruk, pinter-bodoh gurunya.

Itu lalu mencetuskan kemarahan, kekecewaan masyarakat dan anda didemonstrasi, dikritik di media massa, dikroyok ramai-ramai.

Katakan pada mereka yang berdemo maupun yang mengkritik, menjelekkan anda di media massa:
Saya persilahkan, saya akan angkat anda-anda menjadi pejabat untuk membereskan segala keburukan negara sebagaimana dikatakan, dituntut anda-anda: a.l. dalam bidang-bidang ekonomi, hukum, HAM, politik, korupsi, terorisme, pangan, pengangguran, kemiskinan, pendidikan, kemacetan, lapangan kerja. Cukup satu bidang saja, bukan semua bidang. Waktunya satu tahun.

Kalau anda-anda berhasil memperbaiki keburukan kesalahan, kekurangan pemerintah tersebut, anda-anda diangkat menjadi menteri menggantikan menteri yang lama dan dianugrahi bintang pahlawan.

Kalau anda tidak bisa membuktikan tuntutan anda, anda akan dihukum 100 pukulan cambuk kuda lumping dimuka umum karena cuma membual, mengancam, merusak, menghasut, dan mencemarkan nama baik pemerintahan saya.

Oktober 2010


This is my book. You can read it.
 

Andaikan Menjadi Pendeta



Andaikan saya menjadi pendeta akan saya berkhotbah di tepi danau, atau di pantai selatan, di lembah hijau, tanpa berkata-kata. Begitu kata Arif.

Dan dalam keheningan membiarkan Sang Pencipta sendiri bersabda melalui kedahsyatan, kebesaran, keagungan, keindahan pemandangan yang tampak, suasana yang terasa, terdengar disana.

Tetapi kalau ada kau, Upi disana, duduk sebagaimana dalam cerita Maria Magdalena sebagai pendengar, saya tidak bisa diam, saya sebaliknya akan menjadi bisa "berkhotbah" bak mata air, - bak air mata, akan ia katakan berolok-olok - yang mengalir tanpa henti-hentinya.

Juli 1996

A Pastor's Irreligious Thoughts

Revised Edition
Can I love my neighbors, behave well, be good, not sin, ... on order, on command? Never, except I wanted it myself, or force me, otherwise am I an unashamed hypocrite.

How can I love someone I do not love?

How can  I not love someone I do love? Can I help it? Can you forbid it?

February 2013



This is my book. You can read it.